Sunday, 20 February 2011

Palestina Lebih Cerah Pasca Mubarak Lengser?

Jumat, 18/02/2011 17:52 WIB

KNRP - Para analis dan para pemimpin politik Palestina mengatakan bahwa terlalu dini untuk menilai adanya manfaat bagi rakyat Palestina, terutama bagi Jalur Gaza, dari tahapan setelah kejatuhan rezim Mesir, tapi mereka menunjukkan bahwa itu akan menjadi positif.
Dalam forum diskusi politik di Gaza dibahas ihwal implikasi dari perubahan situasi Mesir atas situasi internal Palestina, dimana diskusi itu diikuti oleh para pemimpin politik dari berbagai faksi dan analis.
Berkenaan dengan agenda rekonsiliasi internal Palestina, pejabat politik Jihad Islam, Khaled al-Batsh melihat adanya mobilitas positif, setelah tim Otoritas Palestina dan Fatah kehilangan rezim terguling di Mesir. Ia menekankan bahwa revolusi Mesir akan bermanfaat bagi masalah Palestina.
Batsh mengatakan bahwa rakyat Palestina di Jalur Gaza mengharapkan Dewan Tertinggi Militer di Mesir untuk mengubah cara interaksi rezim sebelumnya terhadap rakyat Gaza, untuk mengakhiri pengepungan terhadap Gaza dan membuka perbatasan Rafah serta mendukung rekonsiliasi secara netral.
Sementara itu, anggota Komite Sentral Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, Talal Abu Zarifah menilai bahwa masih terlalu dini untuk membuat perkiraan kebijakan penguasa Mesir yang baru, namun ia mengatakan bahwa revolusi Mesir dan konsekuensinya akan berdampak positif pada situasi Palestina.
Zarifah menjelaskan bahwa yang dituntut oleh bangsa Palestina pada tahapsekarang ini adalah untuk merapikan internal mereka dan menangkap peluang untuk perubahan serta kembali secara cepat untuk melakukan dialog nasional yang komprehensif. 
Zarifah menyebutkan bahwa agenda Palestina yang akan banyak terpengaruh oleh apa yang terjadi di Mesir adalah masalah blokade Jalur Gaza, yang diharapkan akan dicabut karena kerumitan yang disebabkan oleh rezim Mubarak.
Sementara itu, Sekretaris-Jenderal Gerakan Liberal Palestina, Khaled Abu Hilal, menekankan bahwa isu Palestina akan terpengaruh secara positif oleh apa yang terjadi di Mesir. Ia menjelaskan bahwa apa yang menghambat persatuan Palestina adalah karena tim Otoritas Palestina selalu mendapat dukungan dari rezim Mubarak yang digulingkan itu.
Abu Hilal menambahkan, perubahan positif di Mesir akan mempertemukan pihak-pihak Palestina untuk bersama, meningkatkan perlawanan, yang akan mendorong tim yang berkuasa di Ramallah yaitu Fatah untuk lebih realistis dalam menangani masalah Palestina. 
Sementara itu, penulis dan analis politik, Asaad Abu Sharh menilai bahwa Mesir yang baru tidak akan sama dengan sebelumnya dalam berurusan dengan agenda Palestina, dimana Mesri baru tidak akan memaksakan sejumlah syarat terhadap bangsa Palestina seperti yang dilakukan rezim sebelumnya.(milyas/aljzr)

Ditulis Oleh : Rinaldi // Sunday, February 20, 2011
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment

Catatan :
-. Harap berkomentar sesuai dengan judul bacaan
-. Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan
-. Dilarang keras berkata kotor atau pornografi

Selamat berkomentar...!!!

TRAVEL TICKETING

PARENTING

More on this category »

HIKMAH

More on this category »

SHARING BLOG

More on this category »
 
rinaldipdg.blogspot.com. Powered by Blogger.